Band Management / 12.18.2010
|
Fee main dalam Kota (Jabodetabek)
• Negotiable
Fee main Luar Kota
• Negotiable
Pajak
Segala bentuk pajak yang terkait dengan acara sepenuhnya menjadi tanggungan Pihak penyelenggara/Panitia.
Pembayaran Profesional Fee.
Pembayaran sebagaimana dimaksud dapat dibayarkan secara transfer ke rekening bank sebagai berikut:
Bank Mandiri
Cabang Rawamangun Pemuda No rekening : 006-00-04220780 An\: IBNU HIBBAN
Bank BCA
Cabang Rawamangun No rekening : 0940537398 An\: IBNU HIBBAN
*) Pembayaran Professional Fee dengan cara cash/tunai harus berbentuk dalam pecahan uang kertas senilai nominal 100 (seratus) ribu rupiah
*) Pihak Management akan memberikan tanda bukti/kwitansi pembayaran setelah adanya tanda bukti transfer pembayaran sebagaimana dimaksud.
*) Fee Artis untuk 1 (satu) kali pertunjukan dengan durasi 55-60 menit nonstop adalah sesuai dengan kesepakatan.
C/o: CV. KOTAK ATIK (IM Production)Jl. Pulo Asem I C No.57 RT.015 RW.001 Kel.Jati Kec.Pulogadung Kotamadya Jakarta Timur 13220 Phone : 021 – 489 5326Fax :021 – 4895326 Contact Person :Manager : Ibnu HibbanHP : 0812 921 7757CDMA : 021-703 356 13 |
Rabu, 22 Januari 2014
Band Management Tony Q Rastafara
Album Ke-6 Tony Q Rastafara
Album ke 6 / 12.27.2007
|
Setelah di tahun 2005 merilis albumnya SALAM DAMAI dengan cara independent dibawah label IM Production, dan kemudian pada tahun 2006 salah satu lagunya “Pat Gulipat” berhasil masuk ke salah satu kompilasi album Reggae internasional Putumayo, akhirnya di penghujung tahun 2007 album terbaru Tony Q Rastafara yang diberi judul “ANAK KAMPUNG” dirilis. Di album ini sendiri Tony Q benar-benar berperan hampir di keseluruhan proses pembuatannya, mulai dari sebagai executive produser, music director, composer sampai arranger bahkan player.
Proses pembuatan album yang dimulai sejak awal tahun 2007 ini dibiayai oleh dana hasil swadaya Tony Q pribadi dari proses take studio, mixing, yang dilakukan di studio Gedank hingga proses mastering yang dilakukan di studio Soundwarp Australia, sedangkan untuk distribusi dan promosi album ini bekerja sama dengan label 267 records (Label yang sama dengan Steven & Coconut Treez).
Tema Album ini sendiri diambil dari salah satu lagu Tony Q Rastafara yang pernah masuk di kompilasi Indonesia Reggae Revolution /IRR (2005, 267 Records) yang cukup terkenal. Konsep musik yang ditawarkan masih tetap sama yaitu Reggae dan tetap dengan ciri khas nya yang mencoba menggabungkan musik Reggae dengan unsur musik etnik Indonesia, seperti yang terdapat pada lagu “Anak Kampung” (Full Version) atau “Ojolali” yang berlirik bahasa Jawa. dipadukan dengan unsur musik Rock.
Setelah di tahun 2005 merilis albumnya SALAM DAMAI dengan cara independent dibawah label IM Production, dan kemudian pada tahun 2006 salah satu lagunya “Pat Gulipat” berhasil masuk ke salah satu kompilasi album Reggae internasional Putumayo, akhirnya di penghujung tahun 2007 album terbaru Tony Q Rastafara yang diberi judul “ANAK KAMPUNG” dirilis. Di album ini sendiri Tony Q benar-benar berperan hampir di keseluruhan proses pembuatannya, mulai dari sebagai executive produser, music director, composer sampai arranger bahkan player.
Proses pembuatan album yang dimulai sejak awal tahun 2007 ini dibiayai oleh dana hasil swadaya Tony Q pribadi dari proses take studio, mixing, yang dilakukan di studio Gedank hingga proses mastering yang dilakukan di studio Soundwarp Australia, sedangkan untuk distribusi dan promosi album ini bekerja sama dengan label 267 records (Label yang sama dengan Steven & Coconut Treez).
Tema Album ini sendiri diambil dari salah satu lagu Tony Q Rastafara yang pernah masuk di kompilasi Indonesia Reggae Revolution /IRR (2005, 267 Records) yang cukup terkenal. Konsep musik yang ditawarkan masih tetap sama yaitu Reggae dan tetap dengan ciri khas nya yang mencoba menggabungkan musik Reggae dengan unsur musik etnik Indonesia, seperti yang terdapat pada lagu “Anak Kampung” (Full Version) atau “Ojolali” yang berlirik bahasa Jawa. dipadukan dengan unsur musik Rock.
Lagu-lagu khas musik Reggae dengan tempo middle beat dan ceria akan ditemui di lagu “Liburan”, dan “Reggae.com” sedangkan untuk lagu-lagu melankolis yang bertemakan cinta seperti “Menghayal”, “Tertanam”, dan “Mencium bulan” tak ketinggalan turut menambah nuansa di dalam album ini. Lagu yang memadukan antara bahasa Inggris dengan Indonesia seperti “Don’t Worry U Yeah” pada album SALAM DAMAI juga tetap ada yaitu lagu ‘This Is My Way” yang dari segi liriknya pun tidak jauh tentang hal yang sama seperti di lagu “Don’t Worry U Yeah”. Untuk lagu dengan tema sosial juga akan selalu ada di setiap Album Tony Q seperti “Ada Gula Ada Semut” begitu sarat makna di dalam lirik dan pesan yang ingin disampaikan.
Dan salah satu lagu yang paling spesial di album ini adalah lagu “Woman” yang merupakan kolaborasi antara Tony Q Rastafara dengan salah satu anggota band Reggae dari Amerika yang sempat mampir ke Jakarta, Fully Fulwood dari Tosh Meet Marley band (Fully Fullwood adalah salah satu mantan pemain Bass almarhum Bob Marley di The Wailers).
Di dalam proses take studio nya Tony Q Rastafara masih dibantu oleh teman-teman additional dari bandnya yang dahulu juga turut serta membantu di dalam pembuatan album SALAM DAMAI, yaitu antara lain Yus Panigoro (Keyboard), Hendrikus (Kendang/Perkusi), dan Adi Lawido (Drum), sedangkan untuk backing vocal masih dibantu oleh Naomi dari Subculture band. Tony Q sendiri masih memainkan seluruh alat musik Gitar dan Bass di album ini.
|
| Posted by Tony Q Rastafara on Thursday Dec 27, 2007 |
Biografi Tony Q Rastafara
Pria asal kota Semarang Jawa Tengah, terlahir dengan nama Tony Waluyo Sukmoasih. Memulai karier
bermusiknya sejak tahun 1989 dengan band Roots Rock Reggae. Biasa manggung dari kafe ke kafe atau acara pentas musik yang ada di Jakarta. Setelah bergabung dan membentuk banyak band reggae seperti Exodus Band, Rastaman Band, hingga akhirnya pada tahun 1994 membentuk band yang cukup terkenal sebagai pengusung aliran musik reggae di Indonesia pada masa itu yaitu Rastafara.
Bersama Rastafara sempat merilis dua album Gimbal pada tahun 1996 dan Falling In Love pada tahun 1997.Hampir semua lagu-lagu di album tersebut diciptakan sendiri oleh Tony Q,lirik lagunya kebanyakan bercerita tentang tema sosial, kemanusiaan, cinta dan tema kehidupan masyarakat sehari-hari. Salah satu lagunya yang cukup populer pada masa itu adalah Rambut Gimbal sebuah istilah untuk style rambut Dreadlock dalam bahasa asing yang kemudian secara tidak langsung dijadikan istilah dalam bahasa Indonesia dan menjadi populer dikarenakannya lagu tersebut.
Perbedaan Rastafara pada saat itu dengan band reggae lainnya adalah karena mereka berhasil memasukan dan memadukan unsur-unsur musik tradisional dengan gaya khas Indonesia kedalam musiknya sehingga terbentuklah musik reggae ala Indonesia yang bisa terlepas dari bayang-bayang musik reggae dunia seperti Bob Marley, UB40 atau Jimmy Cliff. Penggunaan alat-alat musik tradisional seperti Kendang sunda atau Gamelan jawa juga ikut menambah warna musik Indonesia didalam lagu-lagu Rastafara. Dan pada aransemen musiknya sepintas juga terlihat unsur-unsur musik melayu atau bahkan musik khas daerah sumatera utara dan sumatera barat.
Pada tahun 1997 Rastafara memutuskan untuk vakum dalam bermusik, hingga akhirnya Tony Q memutuskan untuk membentuk band baru dengan tetap membawa nama Rastafara. Maka pada tahun 1998 terbentuklah Tony Q & New Rastafara, dengan format band additional player. Tetapi kemudian Tony Q memutuskan untuk bersolo karier dengan tetap membawa nama bandnya Tony Q Rastafara, yang berhasil merilis album pada tahun 2000 yaitu Damai Dengan Cinta. Pada album ke tiganya ini lah Tony Q mulai menapaki puncak kariernya dalam musik reggae di Indonesia, karena album inilah seorang Professor di bidang musik dari Canada memberikannya referensi untuk mengirimkan demo untuk ikut dalam ajang Bob Marley Festival di Amerika. Pihak penyelenggara Festival tersebut menyukai lagu-lagu yang ada di album tersebut dan kemudian mengundang Tony Q untuk tampil diacara tersebut pada tahun 2002, tapi sayang sekali Tony Q beserta rombongannya tidak mendapat izin visa dari Kedutaan Amerika dikarenakan alasan keamanan terkait dengan Tragedi WTC 11 September di Amerika yang terjadi berdekatan dengan rencana keberangkatan Tony Q ke Amerika.
Pada tahun 2003 albumnya yang ke empat berjudul Kronologi di rilis, lagu pada album tersebut merupakan kumpulan dari beberapa lagu dari album-album sebelumnya dan juga beberapa lagu yang belum sempat dirilis. Kemudian pada tahun 2005 Tony Q kembali merilis albumnya yang terbaru bertitel Salam Damai dengan membawa misi dan visi yang ingin disampaikan tentang perdamaian, dalam album ini Tony Q mencoba menggabungkan musik reggae dengan unsur musik orchestra tetapi tidak lupa memasukan unsur tradisional bahkan pada album ini terdapat juga lagu-lagu dengan lirik bahasa sunda dan jawa yang semakin menambah kental unsur tradisional Indonesia dalam musik reggae.
Prestasi terbaru yang diraih oleh Tony Q di penghujung tahun 2005 adalah masuknya salah satu lagu dari album ketiganya Damai Dengan Cinta yaitu Pat Gulipat ke dalam Album kompilasi musik dunia Putumayo World Music dengan titel Reggae Playground yang rencananya akan dirilis secara Internasional pada bulan Februari 2006. Sebagai satu-satunya wakil dari benua Asia hal ini juga tidak saja mengharumkan nama Tony Q sendiri tetapi juga nama Indonesia di mata dunia dan khususnya Musik Reggae ala Indonesia juga dapat lebih dikenal secara Internasional.
TONY Q RASTAFARA OTOBIOGRAFINama : Tony Waluyo Sukmoasih
Nama panggilan : Tony Q
Nama musisi : Tony Q Rastafara
Tempat/Tgl Lahir : Semarang / 27 April 1961
Album• Rambut Gimbal (1996), Hemagita Record/BMG
• Gue Fallin In Love (1997), Hemagita Record/BMG
• Damai Dengan Cinta (2000), AK Production
• Kronologi (2003), Indonesia Rasta Production
• Salam Damai (2005), IM Production
• Anak Kampung (2007), 267 Records
• Presiden (2009), Tony Q Production
• Akustik kurangtambah (2010), Tony Q Production
Nama panggilan : Tony Q
Nama musisi : Tony Q Rastafara
Tempat/Tgl Lahir : Semarang / 27 April 1961
Album• Rambut Gimbal (1996), Hemagita Record/BMG
• Gue Fallin In Love (1997), Hemagita Record/BMG
• Damai Dengan Cinta (2000), AK Production
• Kronologi (2003), Indonesia Rasta Production
• Salam Damai (2005), IM Production
• Anak Kampung (2007), 267 Records
• Presiden (2009), Tony Q Production
• Akustik kurangtambah (2010), Tony Q Production
Single & Kompilasi
• “Aku Anak Kampung”, (2005) IRR Compilation Album
• “Pat Gulipat”, (Damai dengan Cinta, 2000) Putumayo World Music
• OST Ai Lop Yu Pul (2009), Maleo Entertainment
• “Aku Anak Kampung”, (2005) IRR Compilation Album
• “Pat Gulipat”, (Damai dengan Cinta, 2000) Putumayo World Music
• OST Ai Lop Yu Pul (2009), Maleo Entertainment
Prestasi
• Headliners “Bob Marely Festival” ,Houston TX , USA (2002)
• Invitation “Legend of Rastareggae Festival”, Houston TX,USA (2003-2005)
• Putumayo World Music Album Compilation “Reggae Playground” (2006)
• Discovery, Cumbancha World Music, VA, USA (2010)
• Headliners “Bob Marely Festival” ,Houston TX , USA (2002)
• Invitation “Legend of Rastareggae Festival”, Houston TX,USA (2003-2005)
• Putumayo World Music Album Compilation “Reggae Playground” (2006)
• Discovery, Cumbancha World Music, VA, USA (2010)
Profil Band Reggae Jamaica
Jamica Band
Seruu.com - Band Reggae, Jamica Band adalah nama lama untuk musik Reggae di Jakarta ini. Band Reggae yang satu ini pernah merasakan pahit dan manis dalam perjalanan karir mereka.
Berita Terkait
Jamica diambil dari kata Jakarta minggir kali dan menurut mereka ini melenceng jauh dari Jamaica (nama sebuah kota di Afrika).
Band ini memiliki 6 personel dimana dua personel telah berpulang karena menjadi korban musibah saat kejadian jebolnya Bendungan Situ Gintung pada 27 Maret 2009. Nama personel diantaranya adalah Dolly (vocal), Almarhum Sidik Permana (guitar), Almarhum Ariwibowo (bass), Piye (keyboard), Boyjamz (guitar), dan Dino (Drum). Meskipun tinggal 4 personel, Jamica Band akan tetap melanjutkan cita-cita mereka tersebut.
Pelantun "Follow Me You'll Be Happy" ini dalam waktu yang cukup lama setelah sepeninggal kedua personelnya, kini band tersebut mengeluarkan mini album mereka yang bertajuk "Reborn" dengan hits single "Lagu Cinta" yang merupakan ciptaan dari almarhum Sidik Permana pemain gitar Jamica Band. Dua lagu lainnya dalam album tersebut sempat menjadi original soundtrack dari film "Lost in Papua", yaitu "1111 (Seribu Seratus Sepuluh Satu)". Nayacom Mediatama mempercayakan kepada Jamica Band untuk membawakan lagu untuk original soundtrack film tersebut.
Beberapa waktu lalu Jamica membuat wadah bagi para penggemar Jamica Band, dengan sebutan Jembiyhood (persaudaraan Jamica). Lagu "Kumaha Sia" dan Jamica2 (Jangan Anggap mimpi ini cuma Angan-Angan) kami persembahkan khusus untuk para penggemar mereka yang begitu luar biasa, kecintaan dan kesetiaan para penggemar merupakan bahan bakar bagi Jamica Band dalam membuat karya lagu-lagu Jamica.
Buat Anda pecinta musik Reggae, khususnya pecinta dari Jamica Band, kini lagu-lagu milik Jamica Band tersedia di link website download lagu favorite Anda bahkan videonya pun sudah ada di Youtube.[fps
Band ini memiliki 6 personel dimana dua personel telah berpulang karena menjadi korban musibah saat kejadian jebolnya Bendungan Situ Gintung pada 27 Maret 2009. Nama personel diantaranya adalah Dolly (vocal), Almarhum Sidik Permana (guitar), Almarhum Ariwibowo (bass), Piye (keyboard), Boyjamz (guitar), dan Dino (Drum). Meskipun tinggal 4 personel, Jamica Band akan tetap melanjutkan cita-cita mereka tersebut.
Pelantun "Follow Me You'll Be Happy" ini dalam waktu yang cukup lama setelah sepeninggal kedua personelnya, kini band tersebut mengeluarkan mini album mereka yang bertajuk "Reborn" dengan hits single "Lagu Cinta" yang merupakan ciptaan dari almarhum Sidik Permana pemain gitar Jamica Band. Dua lagu lainnya dalam album tersebut sempat menjadi original soundtrack dari film "Lost in Papua", yaitu "1111 (Seribu Seratus Sepuluh Satu)". Nayacom Mediatama mempercayakan kepada Jamica Band untuk membawakan lagu untuk original soundtrack film tersebut.
Beberapa waktu lalu Jamica membuat wadah bagi para penggemar Jamica Band, dengan sebutan Jembiyhood (persaudaraan Jamica). Lagu "Kumaha Sia" dan Jamica2 (Jangan Anggap mimpi ini cuma Angan-Angan) kami persembahkan khusus untuk para penggemar mereka yang begitu luar biasa, kecintaan dan kesetiaan para penggemar merupakan bahan bakar bagi Jamica Band dalam membuat karya lagu-lagu Jamica.
Buat Anda pecinta musik Reggae, khususnya pecinta dari Jamica Band, kini lagu-lagu milik Jamica Band tersedia di link website download lagu favorite Anda bahkan videonya pun sudah ada di Youtube.[fps
Nama Band dan Daftar Nama Penyanyi Reggae di Indonesia
Asian Roots
Tony Q – Rastafara
Ranah Rasta
Black Company
Green Paradize
Pasukan Lima Jari
Little Birds
Secretplace
Souljah
Sireum Ateul
Gangstarasta
Posner
Cozy Republic
PMS & The People
Teh Manis
UpRising
Matahari
My Reggae
Flobaja
Soya
Soundxinor’s
Lokal Ambience
D’Lobbies
De’Jenks
Mozambique
Peron Satu
The Babylonians
Marapu
Masamune
Shore
Smoke Gimbal
Bakscherrys
DeWayterz
Pure Instinct
Heavy Monster
Daun Sirih
The Artificials
Ras Muhamad
Don Rzk Da Munkee
The Fictive
Jamaican Soul
dSempruls
Tony Q – Rastafara
Ranah Rasta
Black Company
Green Paradize
Pasukan Lima Jari
Little Birds
Secretplace
Souljah
Sireum Ateul
Gangstarasta
Posner
Cozy Republic
PMS & The People
Teh Manis
UpRising
Matahari
My Reggae
Flobaja
Soya
Soundxinor’s
Lokal Ambience
D’Lobbies
De’Jenks
Mozambique
Peron Satu
The Babylonians
Marapu
Masamune
Shore
Smoke Gimbal
Bakscherrys
DeWayterz
Pure Instinct
Heavy Monster
Daun Sirih
The Artificials
Ras Muhamad
Don Rzk Da Munkee
The Fictive
Jamaican Soul
dSempruls
Pilih band & penyanyi reggae favorite anda !
200 Penyanyi and Band Reggae :
1 . Tony Q Rastafara
2 . Ras Muhamad
3 . Gangstarasta
4 . Steven Jam
5 . Don Lego
6 . Dhyo Haw
7 . Sunset
8 . Day Afternoon
9 . Momonon
10 . Sejedewe
11 . Republik 21
12 . Primitif
13 . Cozy Republik
14 . Monkey Boots
15 . Boys n Roots
16 . Angel Beach
17 . Roots Steady
18 . Kopereggae
19 . Senopati Reggae Roots
20 . Richard D’Gillis
21 . Yankee Reggae
22 . MarQpat
23 . Steven Coconuet Trez
24 . Pasir Pantai
25 . Cozy Rasta
26 . Zombie Gimbal
27 . Unity cavarella
28 . D’Blow
29 . D’Regges
30 . The Jasmine
31 . Jamaica
32 . Red Yellow Green
33 . Pallo
34 . Conrad Good Vibration
35 . Jmbie Juan
36 . The Paps
37 . Injection
38 . GoodRoots
39 . GoodTime
40 . Kacau Rasta
41 . Mushroom Squad
42 . Jamaican Monk
43 . Coffe Reggae Stone
44 . Crazy Rasta
45 . Abby Plus Brother
46 . Vegetarian
47 . Rasta Manja
48 . Rasta Zolam
50 . Pelangi Senja
51 . Mosaint
52 . Peron Satoe
53 . Kormaica
54 . Feel High
55 . 12 Malaikat Gimbal
56 . Amtenar
57 . Snapdog
58 . Roots Brother
59 . D’jimbe Lombok
60 . Den Basito
61 . Kowena
62 . Rumput Laut
63 . The Manis
64 . Gamaican Sound
65 . Smile Of Jamaica
66 . Gudang Rasta
67 . Daun Singkong
68 . Satu Rasta
69 . Vrasta
70 . Tobacco and Tea
71 . Carivariam
72 . Green Coconuet Sweet
73 . Baliram
74 . 512
75 . Braves Boy
76 . Galarasta
77 . Green Coconut
78 . Kormaica Sreet
79 . Baks Smile
80 . BaksBerry
81 . Pocong Rasta
82 . Kalua
83 . Hen In Cloud
84 . High moon
85 . Dobu
86 . Nath TheLion
87 . Isolasi
88 . Smoke Gun
89 . Study Reggae
90 . Odong – Odong
91 . Jamaican Instrument
92 . The Black Tea
93 . Rasta Manis
94 . Corner Town
95 . Jamaican Story
96 . Jamaican Red Cool
97 . Rabanasta
98 . Green Savana
99 . Sunrise Island
100 . Summer Time
101 . Andreas And Friends
102 . Skandaliken
103 . Mikami Brother
104 . Oncom Hideung
105 . Night Slow Rasta
106 . Steady Bear
107 . Paper Rice Roots
108 . Star Baks
109 . Sunkiss
110 . Bie Culture
111 . Lyzez Trata
112 . Euphoria
113 . Layang Rasta
114 . Big Rasta
115 . TingBanting
116 . Radena Reggae
117 . Aben’s 31 Rastafarian
118 . RN Feat Dendi TarangGarasta
119 . Kejo Hejo
120 . D’Like Jump
121 . The Jahhope
122 . Coco Green
123 . Nopeng Rasta
124 . RL D’Rasta
125 . Meninjo
126 . Cafe Jeblag Rastafarian
127 . Mekunjo Vegetarian
128 . Candanta Rastafara
129 . WB Rastafara
130 . Radiasy
131 . Rainbow Roots
132 . The Dread
133 . Reggae’Style
134 . The Scoot
135 . Java Rega Reggae
136 . Serundeng Beach
137 . AnkaRasta
138 . Andezz Jamaica
139 . Sky Beach
140 . Fighti’n Jamming
141 . Rusak Rasta
142 . Blood’s Of Children
143 . Crayon
144 . Blood’s Of Children
145 . Every Where
146 . Sleting Mengsong
147 . Azzarooth
148 . Kodok Rasta
149 . What’s Up Reggae
150 . Lorkung
151 . Vanresse
152 . Sawarna Roots
153 . Pecahan Tua
154 . Brokoliana
155 . Coconut Crab
156 . Baladoel
157 . Soul Be Free
158 . Ihsan Perkusi
159 . The Big Mounth
160. Munanses
161 . Gowing Rasta
162 . Magic Seawed
163 . Brown Sugar
164 . Zabon Art Ves’Rastafara
165 . Jamaican Reggae Nation
166 . Santeklet Raggae
167 . Teh Tubruk
168 . Jalak Rasta
169 . Papajim
170 . Winkynky Sun Rastafara
171 . Rarangge Reggae
172 . White Beach
173 . Sunrice Blue
174 . Babaturan
175 . Denny Frust 24
176 . Red Wine Coolers
177 . Asap Uye
178 . Chaky Rasta
179 . Inside Reggae
180 . Ras Queen
181 . Rastari
182 . Fun Pora
183 . Commplex Rasta
184 . Before Sunrise
185 . Java Rasta
186 . Mbok Rasta
187 . Bubble Roots
188 . Beach Party
189 . Banana Poyo
190 . Rasjiman
191 . Good Moonly Rasta
192 . MJD
193 . Lion And Friends
194 . Marsbrand
195 . Masanies
196 . Muirapuana
197 . GoodFamily
198 . Greenlite Coconut
199 . Zabon Art Ves’Rasta
200 . Seasion Jungle Rasta
1 . Tony Q Rastafara
2 . Ras Muhamad
3 . Gangstarasta
4 . Steven Jam
5 . Don Lego
6 . Dhyo Haw
7 . Sunset
8 . Day Afternoon
9 . Momonon
10 . Sejedewe
11 . Republik 21
12 . Primitif
13 . Cozy Republik
14 . Monkey Boots
15 . Boys n Roots
16 . Angel Beach
17 . Roots Steady
18 . Kopereggae
19 . Senopati Reggae Roots
20 . Richard D’Gillis
21 . Yankee Reggae
22 . MarQpat
23 . Steven Coconuet Trez
24 . Pasir Pantai
25 . Cozy Rasta
26 . Zombie Gimbal
27 . Unity cavarella
28 . D’Blow
29 . D’Regges
30 . The Jasmine
31 . Jamaica
32 . Red Yellow Green
33 . Pallo
34 . Conrad Good Vibration
35 . Jmbie Juan
36 . The Paps
37 . Injection
38 . GoodRoots
39 . GoodTime
40 . Kacau Rasta
41 . Mushroom Squad
42 . Jamaican Monk
43 . Coffe Reggae Stone
44 . Crazy Rasta
45 . Abby Plus Brother
46 . Vegetarian
47 . Rasta Manja
48 . Rasta Zolam
50 . Pelangi Senja
51 . Mosaint
52 . Peron Satoe
53 . Kormaica
54 . Feel High
55 . 12 Malaikat Gimbal
56 . Amtenar
57 . Snapdog
58 . Roots Brother
59 . D’jimbe Lombok
60 . Den Basito
61 . Kowena
62 . Rumput Laut
63 . The Manis
64 . Gamaican Sound
65 . Smile Of Jamaica
66 . Gudang Rasta
67 . Daun Singkong
68 . Satu Rasta
69 . Vrasta
70 . Tobacco and Tea
71 . Carivariam
72 . Green Coconuet Sweet
73 . Baliram
74 . 512
75 . Braves Boy
76 . Galarasta
77 . Green Coconut
78 . Kormaica Sreet
79 . Baks Smile
80 . BaksBerry
81 . Pocong Rasta
82 . Kalua
83 . Hen In Cloud
84 . High moon
85 . Dobu
86 . Nath TheLion
87 . Isolasi
88 . Smoke Gun
89 . Study Reggae
90 . Odong – Odong
91 . Jamaican Instrument
92 . The Black Tea
93 . Rasta Manis
94 . Corner Town
95 . Jamaican Story
96 . Jamaican Red Cool
97 . Rabanasta
98 . Green Savana
99 . Sunrise Island
100 . Summer Time
101 . Andreas And Friends
102 . Skandaliken
103 . Mikami Brother
104 . Oncom Hideung
105 . Night Slow Rasta
106 . Steady Bear
107 . Paper Rice Roots
108 . Star Baks
109 . Sunkiss
110 . Bie Culture
111 . Lyzez Trata
112 . Euphoria
113 . Layang Rasta
114 . Big Rasta
115 . TingBanting
116 . Radena Reggae
117 . Aben’s 31 Rastafarian
118 . RN Feat Dendi TarangGarasta
119 . Kejo Hejo
120 . D’Like Jump
121 . The Jahhope
122 . Coco Green
123 . Nopeng Rasta
124 . RL D’Rasta
125 . Meninjo
126 . Cafe Jeblag Rastafarian
127 . Mekunjo Vegetarian
128 . Candanta Rastafara
129 . WB Rastafara
130 . Radiasy
131 . Rainbow Roots
132 . The Dread
133 . Reggae’Style
134 . The Scoot
135 . Java Rega Reggae
136 . Serundeng Beach
137 . AnkaRasta
138 . Andezz Jamaica
139 . Sky Beach
140 . Fighti’n Jamming
141 . Rusak Rasta
142 . Blood’s Of Children
143 . Crayon
144 . Blood’s Of Children
145 . Every Where
146 . Sleting Mengsong
147 . Azzarooth
148 . Kodok Rasta
149 . What’s Up Reggae
150 . Lorkung
151 . Vanresse
152 . Sawarna Roots
153 . Pecahan Tua
154 . Brokoliana
155 . Coconut Crab
156 . Baladoel
157 . Soul Be Free
158 . Ihsan Perkusi
159 . The Big Mounth
160. Munanses
161 . Gowing Rasta
162 . Magic Seawed
163 . Brown Sugar
164 . Zabon Art Ves’Rastafara
165 . Jamaican Reggae Nation
166 . Santeklet Raggae
167 . Teh Tubruk
168 . Jalak Rasta
169 . Papajim
170 . Winkynky Sun Rastafara
171 . Rarangge Reggae
172 . White Beach
173 . Sunrice Blue
174 . Babaturan
175 . Denny Frust 24
176 . Red Wine Coolers
177 . Asap Uye
178 . Chaky Rasta
179 . Inside Reggae
180 . Ras Queen
181 . Rastari
182 . Fun Pora
183 . Commplex Rasta
184 . Before Sunrise
185 . Java Rasta
186 . Mbok Rasta
187 . Bubble Roots
188 . Beach Party
189 . Banana Poyo
190 . Rasjiman
191 . Good Moonly Rasta
192 . MJD
193 . Lion And Friends
194 . Marsbrand
195 . Masanies
196 . Muirapuana
197 . GoodFamily
198 . Greenlite Coconut
199 . Zabon Art Ves’Rasta
200 . Seasion Jungle Rasta
Sejarah Bob Marley
Terlahir dengan nama Robert Nesta Marley pada Februari 1945 di St. Ann, Jamaika, Bob Marley berayahkan seorang kulit putih dan ibu kulit hitam. Pada tahun 1950-an Bob beserta keluarganya pindah ke ibu kota Jamaika, Kingston. Di kota inilah obsesinya terhadap musik sebagai profesi menemukan pelampiasan. Waktu itu Bob Marley banyak mendengarkan musik R&B dan soul, yang kemudian hari menjadi inspirasi irama reggae, melalui siaran radio Amerika. Selain itu di jalanan Kingston dia menikmati hentakan irama Ska dan Steadybeat dan kemudian mencoba memainkannya sendiri di studio-studio musik kecil di Kingston.
Bersama Peter McIntosh dan Bunny Livingston, Bob membentuk The Wailing Wailers yang mengeluarkan album perdana di tahun 1963 dengan hit Simmer Down. Lirik lagu mereka banyak berkisah tentang rude bwai (rude boy), anak-anak muda yang mencari identitas diri dengan menjadi berandalan di jalanan Kingston. The Wailing Wailers bubar pada pertengahan 1960-an dan sempat membuat penggagasnya patah arang hingga memutuskan untuk berkelana di Amerika. Pada bulan April 1966 Bob kembali ke Jamaika, bertepatan dengan kunjungan HIM Haile Selassie I raja Ethiopia ke Jamaika untuk bertemu penganut Rastafari. Kharisma sang raja membawa Bob menjadi penghayat ajaran Rastafari pada tahun 1967, dan bersama The Wailer, band barunya yang dibentuk setahun kemudian bersama dua personil lawas Mc Intosh dan Livingston, dia menyuarakan nilai-nilai ajaran Rasta melalui reggae. Penganut Rastafari lantas menganggap Bob menjalankan peran profetik sebagaimana para nabi, menyebarkan inspirasi dan nilai Rasta melalui lagu-lagunya.
The Wailers bubar di tahun 1971, namun Bob segera membentuk band baru bernama Bob Marley and The Wailers. Tahun 1972 album Catch A Fire diluncurkan. Menyusul kemudian Burning (1973berisi hits Get Up, Stand Up dan I Shot the Sheriff yang dipopulerkan Eric Clapton), Natty Dread (1975), Rastaman Vibration (1976) dan Uprising (1981) yang makin memantapkan reggae sebagai musik mainstream dengan Bob Marley sebagai ikonnya.
Pada tahun 1978, Bob Marley menerima Medali Perdamaian dari PBB sebagai penghargaan atas upayanya mempromosikan perdamaian melalui lagu-lagunya. Sayang, kanker mengakhiri hidupnya pada 11 Mei 1981 saat usia 36 tahun di ranjang rumah sakit Miami, AS, seusai menggelar konser internasional di Jerman. Sang Nabi kaum Rasta telah berpulang, namun inspirasi humanistiknya tetap mengalun sepanjang zaman.
One Love! One Heart!
Lets get together and feel all right.
Hear the children cryin (One Love!);
Hear the children cryin (One Heart!)
(One Love / People Get Ready)
Lets get together and feel all right.
Hear the children cryin (One Love!);
Hear the children cryin (One Heart!)
(One Love / People Get Ready)
Dreadlock
Selain Bob Marley dan Jamaika, rambut gimbal atau lazim disebut dreadlocks menjadi titik perhatian dalam fenomena reggae. Saat ini dreadlock selalu diidentikkan dengan musik reggae, sehingga secara kaprah orang menganggap bahwa para pemusik reggae yang melahirkan gaya rambut bersilang-belit (locks) itu. Padahal jauh sebelum menjadi gaya, rambut gimbal telah menyusuri sejarah panjang.
Selain Bob Marley dan Jamaika, rambut gimbal atau lazim disebut dreadlocks menjadi titik perhatian dalam fenomena reggae. Saat ini dreadlock selalu diidentikkan dengan musik reggae, sehingga secara kaprah orang menganggap bahwa para pemusik reggae yang melahirkan gaya rambut bersilang-belit (locks) itu. Padahal jauh sebelum menjadi gaya, rambut gimbal telah menyusuri sejarah panjang.
Konon, rambut gimbal sudah dikenal sejak tahun 2500 SM. Sosok Tutankhamen, seorang firaun dari masa Mesir Kuno, digambarkan memelihara rambut gimbal. Demikian juga Dewa Shiwa dalam agama Hindu. Secara kultural, sejak beratus tahun yang lalu banyak suku asli di Afrika, Australia dan New Guinea yang dikenal dengan rambut gimbalnya. Di daerah Dieng, Wonosobo hingga kini masih tersisa adat memelihara rambut gimbal para balita sebagai ungkapan spiritualitas tradisional.
Membiarkan rambut tumbuh memanjang tanpa perawatan, sehingga akhirnya saling membelit membentuk gimbal, memang telah menjadi bagian praktek gerakan-gerakan spiritualitas di kebudayaan Barat maupun Timur. Kaum Nazarit di Barat, dan para penganut Yogi, Gyani dan Tapasvi dari segala sekte di India, memiliki rambut gimbal yang dimaksudkan sebagai pengingkaran pada penampilan fisik yang fana, menjadi bagian dari jalan spiritual yang mereka tempuh. Selain itu ada kepercayaan bahwa rambut gimbal membantu meningkatkan daya tahan tubuh, kekuatan mental-spiritual dan supernatural. Keyakinan tersebut dilatari kepercayaan bahwa energi mental dan spiritual manusia keluar melalui ubun-ubun dan rambut, sehingga ketika rambut terkunci belitan maka energi itu akan tertahan dalam tubuh.
Seiring dimulainya masa industrial pada abad ke-19, rambut gimbal mulai sulit diketemukan di daerah Barat. Sampai ketika pada tahun 1914 Marcus Garvey memperkenalkan gerakan religi dan penyadaran identitas kulit hitam lewat UNIA, aspek spiritualitas rambut gimbal dalam agama Hindu dan kaum tribal Afrika diadopsi oleh pengikut gerakan ini. Mereka menyebut diri sebagai kaum Dread untuk menyatakan bahwa mereka memiliki rasa gentar dan hormat (dread) pada Tuhan. Rambut gimbal para Dread iniah yang memunculkan istilah dreadlockstatanan rambut para Dread. Saat Rastafarianisme menjadi religi yang dikukuhi kelompok ini pada tahun 1930-an, dreadlocks juga menjelma menjadi simbolisasi sosial Rasta (pengikut ajaran Rastafari).
Simbolisasi ini kental terlihat ketika pada tahun 1930-an Jamaika mengalami gejolak sosial dan politik. Kelompok Rasta merasa tidak puas dengan kondisi sosial dan pemerintah yang ada, lantas membentuk masyarakat tersendiri yang tinggal di tenda-tenda yang didirikan diantara semak belukar. Mereka memiliki tatanan nilai dan praktek keagamaan tersendiri, termasuk memelihara rambut gimbal. Dreadlocks juga mereka praktekkan sebagai pembeda dari para baldhead (sebutan untuk orang kulit putih berambut pirang), yang mereka golongkan sebagai kaum Babylonistilah untuk penguasa penindas. Pertengahan tahun 1960-an perkemahan kelompok Rasta ditutup dan mereka dipindahkan ke daerah Kingston, seperti di kota Trench Town dan Greenwich, tempat dimana musik reggae lahir pada tahun 1968.
Ketika musik reggae memasuki arus besar musik dunia pada akhir tahun 1970-an, tak pelak lagi sosok Bob Marley dan rambut gimbalnya menjadi ikon baru yang dipuja-puja. Dreadlock dengan segera menjadi sebuah trend baru dalam tata rambut dan cenderung lepas dari nilai spiritualitasnya. Apalagi ketika pada tahun 1990-an, dreadlocks mewarnai penampilan para musisi rock dan menjadi bagian dari fashion dunia. Dreadlock yang biasanya membutuhkan waktu sekitar lima tahun untuk terbentuk, sejak saat itu bisa dibuat oleh salon-salon rambut hanya dalam lima jam! Aneka gaya dreadlock pun ditawarkan, termasuk rambut aneka warna dan dread perms alias gaya dreadlock yang permanen.
Meski cenderung lebih identik dengan fashion, secara mendasar dreadlock tetap menjadi bentuk ungkap semangat anti kekerasan, anti kemapanan dan solidaritas untuk kalangan minoritas tertindas.
SEJARAH MUSIK REGGAE
Musik Jamaica Pendahulu
Menurut
sejarah Jamaica, budak yang membawa drum dari Africa disebut Burru
yang jadi bagian aransemen lagu yang disebut talking drums (drum yang
bicara) yang asli dari Africa Barat. Jonkanoo adalah musik budaya
campuran Afrika, Eropa dan Jamaika yang terdiri dari permainan drum,
rattle (alat musik berderik) dan conch tiup. Acara ini muncul saat
natal dilengkapi penari topeng. Jonkanoos pada awalnya adalah tarian
para petani, yang belakangan baru disadari bahwa sebenarnya mereka
berkomunikasi dengan drum dan conch itu. Tahun berikutnya, Calypso dari
Trinidad & Tobago datang membawa Samba yang berasal dari Amerika
Tengah dan diperkenalkan ke orang orang Jamaika untuk membentuk
sebuah campuran baru yang disebut Mento. Mento sendiri adalah musik
sederhana dengan lirik lucu diiringi gitar, banjo, tambourine, shaker,
scraper dan rumba atau kotak bass. Bentuk ini kemudian populer pada
tahun 20 dan 30an dan merupakan bentuk musik Jamaika pertama yang
menarik perhatian seluruh pulaunya. Saat ini Mento masih bisa dinikmati
sajian turisme. SKA yang sudah muncul pada tahun 40 50an sebenarnya
disebutkan oleh History of Jamaican Music, dipengaruhi oleh Swing,
Rythym & Blues dari Amrik. SKA sebenarnya adalah suara big band
dengan aransemen horn (alat tiup), piano, dan ketukan cepat bop. Ska
kemudian dengan mudah beralih dan menghasilkan bentuk tarian skankin
pad awal 60an. Bintang Jamaica awal antara lain Byron Lee and the
Dragonaires yang dibentuk pada 1956 yang kemudian dianggap sebagai
pencipta ska. Perkembangan Ska yang kemudian melambatkan temponya
pada pertengahan 60an memunculkan Rock Steady yang punta tune bass
berat dan dipopulerkan oleh Leroy Sibbles dari group Heptones dan
menjadi musik dance Jamaika pertama di 60an.
sejarah Jamaica, budak yang membawa drum dari Africa disebut Burru
yang jadi bagian aransemen lagu yang disebut talking drums (drum yang
bicara) yang asli dari Africa Barat. Jonkanoo adalah musik budaya
campuran Afrika, Eropa dan Jamaika yang terdiri dari permainan drum,
rattle (alat musik berderik) dan conch tiup. Acara ini muncul saat
natal dilengkapi penari topeng. Jonkanoos pada awalnya adalah tarian
para petani, yang belakangan baru disadari bahwa sebenarnya mereka
berkomunikasi dengan drum dan conch itu. Tahun berikutnya, Calypso dari
Trinidad & Tobago datang membawa Samba yang berasal dari Amerika
Tengah dan diperkenalkan ke orang orang Jamaika untuk membentuk
sebuah campuran baru yang disebut Mento. Mento sendiri adalah musik
sederhana dengan lirik lucu diiringi gitar, banjo, tambourine, shaker,
scraper dan rumba atau kotak bass. Bentuk ini kemudian populer pada
tahun 20 dan 30an dan merupakan bentuk musik Jamaika pertama yang
menarik perhatian seluruh pulaunya. Saat ini Mento masih bisa dinikmati
sajian turisme. SKA yang sudah muncul pada tahun 40 50an sebenarnya
disebutkan oleh History of Jamaican Music, dipengaruhi oleh Swing,
Rythym & Blues dari Amrik. SKA sebenarnya adalah suara big band
dengan aransemen horn (alat tiup), piano, dan ketukan cepat bop. Ska
kemudian dengan mudah beralih dan menghasilkan bentuk tarian skankin
pad awal 60an. Bintang Jamaica awal antara lain Byron Lee and the
Dragonaires yang dibentuk pada 1956 yang kemudian dianggap sebagai
pencipta ska. Perkembangan Ska yang kemudian melambatkan temponya
pada pertengahan 60an memunculkan Rock Steady yang punta tune bass
berat dan dipopulerkan oleh Leroy Sibbles dari group Heptones dan
menjadi musik dance Jamaika pertama di 60an.
Reggae N Rasta
Bob
Marley tentunya adalah bintang musik dunia ketiga pertama yang jadi
penyanyi group Bob Marley & The Wailers dan berhasil memperkenalkan
reggae lebih universal. Meskipun demikian, reggae dianggap banyak orang
sebagai peninggalan King of Reggae Music, Hon. Robert Nesta Marley.
Ditambah lagi dengan hadirnya The Harder they Come pada tahun 1973,
Reggae tambah dikenal banyak orang. Meninggalnya Bob Marley kemudian
memang membawa kesedihan besar buat dunia, namun penerusnya seperti
Freddie McGregor, Dennis Brown, Garnett Silk, Marcia Fiffths dan Rita
Marley serta beberapa kerabat keluarga Marley bermunculan. Rasta adalah
jelas pembentuk musik Reggae yang dijadikan senjata oleh Bob Marley
untuk menyebarkan Rasta keseluruh dunia. Musik yang luar biasa ini
tumbuh dari ska yang menjadi elemen style American R&B dan
Carribean. Beberapa pendapat menyatakan juga ada pengaruh : folk music,
musik gereja Pocomania, Band jonkanoo, upacara upacara petani, lagu
kerja tanam, dan bentuk mento. Nyahbingi adalah bentuk musik paling
alami yang sering dimainkan pada saat pertemuan pertemuan Rasta,
menggunakan 3 drum tangan (bass, funde dan repeater : contoh ada di
Mystic Revelation of Rastafari). Akar reggae sendiri selalu menyelami
tema penderitaan buruh paksa (ghetto dweller), budak di Babylon, Haile
Selassie (semacam manusia dewa) dan harapan kembalinya Afrika. Setelah
Jamaica merdeka 1962, buruknya perkembangan pemerintahan dan pergerakan
Black Power di US kemudian mendorong bangkitnya Rasta. Berbagai
kejadian monumentalpun terjadi seiring perkembangan ini.
Marley tentunya adalah bintang musik dunia ketiga pertama yang jadi
penyanyi group Bob Marley & The Wailers dan berhasil memperkenalkan
reggae lebih universal. Meskipun demikian, reggae dianggap banyak orang
sebagai peninggalan King of Reggae Music, Hon. Robert Nesta Marley.
Ditambah lagi dengan hadirnya The Harder they Come pada tahun 1973,
Reggae tambah dikenal banyak orang. Meninggalnya Bob Marley kemudian
memang membawa kesedihan besar buat dunia, namun penerusnya seperti
Freddie McGregor, Dennis Brown, Garnett Silk, Marcia Fiffths dan Rita
Marley serta beberapa kerabat keluarga Marley bermunculan. Rasta adalah
jelas pembentuk musik Reggae yang dijadikan senjata oleh Bob Marley
untuk menyebarkan Rasta keseluruh dunia. Musik yang luar biasa ini
tumbuh dari ska yang menjadi elemen style American R&B dan
Carribean. Beberapa pendapat menyatakan juga ada pengaruh : folk music,
musik gereja Pocomania, Band jonkanoo, upacara upacara petani, lagu
kerja tanam, dan bentuk mento. Nyahbingi adalah bentuk musik paling
alami yang sering dimainkan pada saat pertemuan pertemuan Rasta,
menggunakan 3 drum tangan (bass, funde dan repeater : contoh ada di
Mystic Revelation of Rastafari). Akar reggae sendiri selalu menyelami
tema penderitaan buruh paksa (ghetto dweller), budak di Babylon, Haile
Selassie (semacam manusia dewa) dan harapan kembalinya Afrika. Setelah
Jamaica merdeka 1962, buruknya perkembangan pemerintahan dan pergerakan
Black Power di US kemudian mendorong bangkitnya Rasta. Berbagai
kejadian monumentalpun terjadi seiring perkembangan ini.
Apa sih Reggae
Reggae
sendiri adalah kombinasi dari iringan tradisional Afrika, Amerika dan
Blues serta folk (lagu rakyat) Jamaika. Gaya sintesis ini jelas
menunjukkan keaslian Jamaika dan memasukkan ketukan putus putus
tersendiri, strumming gitar ke arah atas, pola vokal yang berkotbah
dan lirik yang masih seputar tradisi religius Rastafari. Meski banyak
keuntungan komersial yang sudah didapat dari reggae, Babylon (Jamaika),
pemerintah yang ketat seringkali dianggap membatasi gerak namun bukan
aspek politis Rastafarinya. Reg-ay bisa dibilang muncul dari anggapan
bahwa reggae adalah style musik Jamaika yang berdasar musik soul
Amerika namun dengan ritem yang dibalik dan jalinan bass yang
menonjol. Tema yang diangkat emang sering sekitar Rastafari, protes
politik, dan rudie (pahlawan hooligan). Bentuk yang ada sebelumnya (ska
& rocksteady) kelihatan lebih kuat pengaruh musik Afrika -
Amerika-nya walaupun permainan gitarnya juga mengisi lubang lubang
iringan yang kosong serta drum yang kompleks. Di Reggae kontemporer,
permainan drum diambil dari ritual Rastafarian yang cenderung mistis
dan sakral, karena itu temponya akan lebih kalem dan bertitik berat
pada masalah sosial, politik serta pesan manusiawi.
sendiri adalah kombinasi dari iringan tradisional Afrika, Amerika dan
Blues serta folk (lagu rakyat) Jamaika. Gaya sintesis ini jelas
menunjukkan keaslian Jamaika dan memasukkan ketukan putus putus
tersendiri, strumming gitar ke arah atas, pola vokal yang berkotbah
dan lirik yang masih seputar tradisi religius Rastafari. Meski banyak
keuntungan komersial yang sudah didapat dari reggae, Babylon (Jamaika),
pemerintah yang ketat seringkali dianggap membatasi gerak namun bukan
aspek politis Rastafarinya. Reg-ay bisa dibilang muncul dari anggapan
bahwa reggae adalah style musik Jamaika yang berdasar musik soul
Amerika namun dengan ritem yang dibalik dan jalinan bass yang
menonjol. Tema yang diangkat emang sering sekitar Rastafari, protes
politik, dan rudie (pahlawan hooligan). Bentuk yang ada sebelumnya (ska
& rocksteady) kelihatan lebih kuat pengaruh musik Afrika -
Amerika-nya walaupun permainan gitarnya juga mengisi lubang lubang
iringan yang kosong serta drum yang kompleks. Di Reggae kontemporer,
permainan drum diambil dari ritual Rastafarian yang cenderung mistis
dan sakral, karena itu temponya akan lebih kalem dan bertitik berat
pada masalah sosial, politik serta pesan manusiawi.
Ngga asli Jamaika lho!
Reggae
memang adalah musik unik bagi Jamaika, ironisnya akarnya berasal dari
New Orleans R&B. Nenek moyang terdekatnya, ska berasal berasal dari
New Orleans R&B yang didengar para musisi Jamaika dari siaran radio
Amrik lewat radio transistor mereka. Dengan berpedoman pada iringan
gitar pas pasan dan putus putusadalah interprestasi mereka akan
R&B dan mampu jadi populer di tahun 60an. Selanjutnya semasa musim
panas yang terik, merekapun kepanasan kalo musti mainin ska plus
tarinya, hasilnya lagunya diperlambat dan lahirlah Reggae. Sejak itu,
Reggae terbukti bisa jadi sekuat Blues dan memiliki kekuatan
interprestasi yang juga bisa meminjam dari Rocksteady (dulu) dan bahkan
musik Rock (sekarang). Musik Afrika pada dasarnya ada di kehidupan
sehari-hari, baik itu di jalan, bus, tempat umum, tempat kerja ato
rumah yang jadi semacam semangat saat kondisi sulit dan mampu
memberikan kekuatan dan pesan tersendiri. Hasilnya, Reggae musik bukan
cuma memberikan relaksasi, tapi juga membawa pesan cinta, damai,
kesatuan dan keseimbangan serta mampu mengendurkan ketegangan.
memang adalah musik unik bagi Jamaika, ironisnya akarnya berasal dari
New Orleans R&B. Nenek moyang terdekatnya, ska berasal berasal dari
New Orleans R&B yang didengar para musisi Jamaika dari siaran radio
Amrik lewat radio transistor mereka. Dengan berpedoman pada iringan
gitar pas pasan dan putus putusadalah interprestasi mereka akan
R&B dan mampu jadi populer di tahun 60an. Selanjutnya semasa musim
panas yang terik, merekapun kepanasan kalo musti mainin ska plus
tarinya, hasilnya lagunya diperlambat dan lahirlah Reggae. Sejak itu,
Reggae terbukti bisa jadi sekuat Blues dan memiliki kekuatan
interprestasi yang juga bisa meminjam dari Rocksteady (dulu) dan bahkan
musik Rock (sekarang). Musik Afrika pada dasarnya ada di kehidupan
sehari-hari, baik itu di jalan, bus, tempat umum, tempat kerja ato
rumah yang jadi semacam semangat saat kondisi sulit dan mampu
memberikan kekuatan dan pesan tersendiri. Hasilnya, Reggae musik bukan
cuma memberikan relaksasi, tapi juga membawa pesan cinta, damai,
kesatuan dan keseimbangan serta mampu mengendurkan ketegangan.
Its Influences
Saat
rekaman Jamaika telah tersebar ke seluruh dunia, sulit rasanya
menyebutkan berapa banyak genre musik popular sebesar Reggae selama dua
dekade. Hits hits Reggae bahkan kemudian telah dikuasai oleh bintang
Rock asli mulai Eric Clapton sampai Stones hingga Clash dan Fugees.
Disamping itu, Reggae juga dianggap banyak mempengaruhi pesona tari
dunia tersendiri. Budaya Dancehall Jamaika yang menonjol plus sound
system megawatt, rekaman yang eksklusif, iringan drum dan bass, dan
lantunan rap dengan iringannya telah menjadi budaya tari dan tampilan
yang luar biasa. Inovasi Reggae lainnya adalah Dub remix yang sudah
diasimilasi menjadi musik populer lainnya lebih luas lagi.
rekaman Jamaika telah tersebar ke seluruh dunia, sulit rasanya
menyebutkan berapa banyak genre musik popular sebesar Reggae selama dua
dekade. Hits hits Reggae bahkan kemudian telah dikuasai oleh bintang
Rock asli mulai Eric Clapton sampai Stones hingga Clash dan Fugees.
Disamping itu, Reggae juga dianggap banyak mempengaruhi pesona tari
dunia tersendiri. Budaya Dancehall Jamaika yang menonjol plus sound
system megawatt, rekaman yang eksklusif, iringan drum dan bass, dan
lantunan rap dengan iringannya telah menjadi budaya tari dan tampilan
yang luar biasa. Inovasi Reggae lainnya adalah Dub remix yang sudah
diasimilasi menjadi musik populer lainnya lebih luas lagi.
Selasa, 21 Januari 2014
Sejarah Musik Reggae
s, Soul, Rock, ritmik Afro-Caribean (Calypso, Merengue, Rhumba) dan musik rakyat Jamaika yang disebut Mento, yang kaya dengan irama Afrika. Irama musik yang banyak dianggap menjadi pendahulu reggae adalah Ska dan Rocksteady, bentuk interpretasi musikal R&B yang berkembang di Jamaika yang sarat dengan pengaruh musik Afro-Amerika. Secara teknis dan musikal banyak eksplorasi yang dilakukan musisi Ska, diantaranya cara mengocok gitar secara terbalik (up-strokes) , memberi tekanan nada pada nada lemah (syncopated) dan ketukan drum multi-ritmik yang kompleks.
Teknik para musisi Ska dan Rocsteady dalam memainkan alat musik, banyak ditirukan oleh musisi reggae. Namun tempo musiknya jauh lebih lambat dengan dentum bas dan rhythm guitar lebih menonjol. Karakter vokal biasanya berat dengan pola lagu seperti pepujian (chant), yang dipengaruhi pula irama tetabuhan, cara menyanyi dan mistik dari Rastafari. Tempo musik yang lebih lambat, pada saatnya mendukung penyampaian pesan melalui lirik lagu yang terkait dengan tradisi religi Rastafari dan permasalahan sosial politik humanistik dan universal.
Album “Catch A Fire” (1972) yang diluncurkan Bob Marley and The Wailers dengan cepat melambungkan reggae hingga ke luar Jamaika. Kepopuleran reggae di Amerika Serikat ditunjang pula oleh film The Harder They Come (1973) dan dimainkannya irama reggae oleh para pemusik kulit putih seperti Eric Clapton, Paul Simon, Lee ‘Scratch’ Perry dan UB40. Irama reggae pun kemudian mempengaruhi aliran-aliran musik pada dekade setelahnya, sebut saja varian reggae hip hop, reggae rock, blues, dan sebagainya.
Jamaika
Akar musikal reggae terkait erat dengan tanah yang melahirkannya: Jamaika. Saat ditemukan oleh Columbus pada abad ke-15, Jamaika adalah sebuah pulau yang dihuni oleh suku Indian Arawak. Nama Jamaika sendiri berasal dari kosa kata Arawak “xaymaca” yang berarti “pulau hutan dan air”. Kolonialisme Spanyol dan Inggris pada abad ke-16 memunahkan suku Arawak, yang kemudian digantikan oleh ribuan budak belian berkulit hitam dari daratan Afrika. Budak-budak tersebut dipekerjakan pada industri gula dan perkebunan yang bertebaran di sana. Sejarah kelam penindasan antar manusia pun dimulai dan berlangsung hingga lebih dari dua abad. Baru pada tahun 1838 praktek perbudakan dihapus, yang diikuti pula dengan melesunya perdagangan gula dunia.
Di tengah kerja berat dan ancaman penindasan, kaum budak Afrika memelihara keterikatan pada tanah kelahiran mereka dengan mempertahankan tradisi. Mereka mengisahkan kehidupan di Afrika dengan nyanyian (chant) dan bebunyian (drumming) sederhana. Interaksi dengan kaum majikan yang berasal dari Eropa pun membekaskan produk silang budaya yang akhirnya menjadi tradisi folk asli Jamaika. Bila komunitas kulit hitam di Amerika atau Eropa dengan cepat luntur identitas Afrika mereka, sebaliknya komunitas kulit hitam Jamaika masih merasakan kedekatan dengan tanah leluhur.
Musik reggae sendiri pada awalnya lahir dari jalanan Getho (perkampungan kaum rastafaria) di Kingson ibu kota Jamaika. Inilah yang menyebabkan gaya rambut gimbal menghiasi para musisi reggae awal dan lirik-lirik lagu reggae sarat dengan muatan ajaran rastafari yakni kebebasan, perdamaian, dan keindahan alam, serta gaya hidup bohemian. Masuknya reggae sebagai salah satu unsur musik dunia yang juga mempengaruhi banyak musisi dunia lainnya, otomatis mengakibatkan aliran musik satu ini menjadi barang konsumsi publik dunia. Maka, gaya rambut gimbal atau dreadlock serta lirik-lirik ‘rasta’ dalam lagunya pun menjadi konsumsi publik. Dalam kata lain, dreadlock dan ajaran rasta telah menjadi produksi pop, menjadi budaya pop, seiring berkembangnya musik reggae sebagai sebuah musik pop.
Musik reggae, sebutan rastaman, telah menjadi satu bentuk subkultur baru di negeri ini, di mana dengannya anak muda menentukan dan menggolongkan dirinya. Di sini, musik reggae menjadi penting sebagai sebuah selera, dan rastaman menjadi sebuah identitas komunal kelompok social tertentu. Tinggal bagaimana para pengamat social dan juga para anggota komunitas itu memahami diri dan kultur yang dipilihnya, agar tidak terjadi penafsiran keliru yang berbahaya bagi mereka. Penggunaan ganja adalah salah satu contohnya, di mana reggae tidak identik dengan ganja serta rastafarianisme pun bukanlah sebuah komunitas para penghisap ganja.
Sebuah lagu dari “Peter Tosh” (nama aslinya Peter McIntosh), pentolan The Wairles yang akhirnya bersolo karier. Dalam lagu ini, Peter Tosh menyatakan dukungannya dan tuntutannya untuk melegalkan ganja. Karena lagu ini, ia sempat ditangkap dan disiksa polisi Jamaika.
Menurut sejarah Jamaica, budak yang membawa drum dari Africa disebut “Burru” yang jadi bagian aransemen lagu yang disebut “talking drums” (drum yang bicara) yang asli dari Africa Barat. “Jonkanoo” adalah musik budaya campuran Afrika, Eropa dan Jamaika yang terdiri dari permainan drum, rattle (alat musik berderik) dan conch tiup. Acara ini muncul saat natal dilengkapi penari topeng. Jonkanoos pada awalnya adalah tarian para petani, yang belakangan baru disadari bahwa sebenarnya mereka berkomunikasi dengan drum dan conch itu. Tahun berikutnya, Calypso dari Trinidad & Tobago datang membawa Samba yang berasal dari Amerika Tengah dan diperkenalkan ke orang - orang Jamaika untuk membentuk sebuah campuran baru yang disebut Mento. Mento sendiri adalah musik sederhana dengan lirik lucu diiringi gitar, banjo, tambourine, shaker, scraper dan rumba atau kotak bass. Bentuk ini kemudian populer pada tahun 20 dan 30an dan merupakan bentuk musik Jamaika pertama yang menarik perhatian seluruh pulaunya. Saat ini Mento masih bisa dinikmati sajian turisme. SKA yang sudah muncul pada tahun 40 - 50an sebenarnya disebutkan oleh History of Jamaican Music, dipengaruhi oleh Swing, Rythym & Blues dari Amrik. SKA sebenarnya adalah suara big band dengan aransemen horn (alat tiup), piano, dan ketukan cepat “bop”. Ska kemudian dengan mudah beralih dan menghasilkan bentuk tarian “skankin” pad awal 60an. Bintang Jamaica awal antara lain Byron Lee and the Dragonaires yang dibentuk pada 1956 yang kemudian dianggap sebagai pencipta “ska”. Perkembangan Ska yang kemudian melambatkan temponya pada pertengahan 60an memunculkan “Rock Steady” yang punta tune bass berat dan dipopulerkan oleh Leroy Sibbles dari group Heptones dan menjadi musik dance Jamaika pertama di 60an.
“Reggae & Rasta”
Bob Marley tentunya adalah bimtang musik “dunia ketiga” pertama yang jadi penyanyi group Bob Marley & The Wailers dan berhasil memperkenalkan reggae lebih universal. Meskipun demikian, reggae dianggap banyak orang sebagai peninggalan King of Reggae Music, Hon. Robert Nesta Marley. Ditambah lagi dengan hadirnya “The Harder they Come” pada tahun 1973, Reggae tambah dikenal banyak orang. Meninggalnya Bob Marley kemudian memang membawa kesedihan besar buat dunia, namun penerusnya seperti Freddie McGregor, Dennis Brown, Garnett Silk, Marcia Fiffths dan Rita Marley serta beberapa kerabat keluarga Marley bermunculan. Rasta adalah jelas pembentuk musik Reggae yang dijadikan senjata oleh Bob Marley untuk menyebarkan Rasta keseluruh dunia. Musik yang luar biasa ini tumbuh dari ska yang menjadi elemen style American R&B dan Carribean. Beberapa pendapat menyatakan juga ada pengaruh : folk music, musik gereja Pocomania, Band jonkanoo, upacara - upacara petani, lagu kerja tanam, dan bentuk mento. Nyahbingi adalah bentuk musik paling alami yang sering dimainkan pada saat pertemuan - pertemuan Rasta, menggunakan 3 drum tangan (bass, funde dan repeater : contoh ada di Mystic Revelation of Rastafari). Akar reggae sendiri selalu menyelami tema penderitaan buruh paksa (ghetto dweller), budak di Babylon, Haile Selassie (semacam manusia dewa) dan harapan kembalinya Afrika. Setelah Jamaica merdeka 1962, buruknya perkembangan pemerintahan dan pergerakan Black Power di US kemudian mendorong bangkitnya Rasta. Berbagai kejadian monumentalpun terjadi seiring perkembangan ini.
“Apa sih Reggae”
Reggae sendiri adalah kombinasi dari iringan tradisional Afrika, Amerika dan Blues serta folk (lagu rakyat) Jamaika. Gaya sintesis ini jelas menunjukkan keaslian Jamaika dan memasukkan ketukan putus - putus tersendiri, strumming gitar ke arah atas, pola vokal yang ‘berkotbah’ dan lirik yang masih seputar tradisi religius Rastafari. Meski banyak keuntungan komersial yang sudah didapat dari reggae, Babylon (Jamaika), pemerintah yang ketat seringkali dianggap membatasi gerak namun bukan aspek politis Rastafarinya. “Reg-ay” bisa dibilang muncul dari anggapan bahwa reggae adalah style musik Jamaika yang berdasar musik soul Amerika namun dengan ritem yang ‘dibalik’ dan jalinan bass yang menonjol. Tema yang diangkat emang sering sekitar Rastafari, protes politik, dan rudie (pahlawan hooligan). Bentuk yang ada sebelumnya (ska & rocksteady) kelihatan lebih kuat pengaruh musik Afrika - Amerika-nya walaupun permainan gitarnya juga mengisi ‘lubang - lubang’ iringan yang kosong serta drum yang kompleks. Di Reggae kontemporer, permainan drum diambil dari ritual Rastafarian yang cenderung mistis dan sakral, karena itu temponya akan lebih kalem dan bertitik berat pada masalah sosial, politik serta pesan manusiawi.
“Tidak asli Jamaika”
Reggae memang adalah musik unik bagi Jamaika, ironisnya akarnya berasal dari New Orleans R&B. Nenek moyang terdekatnya, ska berasal berasal dari New Orleans R&B yang didengar para musisi Jamaika dari siaran radio Amrik lewat radio transistor mereka. Dengan berpedoman pada iringan gitar pas - pasan dan putus - putusadalah interprestasi mereka akan R&B dan mampu jadi populer di tahun 60an. Selanjutnya semasa musim panas yang terik, merekapun kepanasan kalo musti mainin ska plus tarinya, hasilnya lagunya diperlambat dan lahirlah Reggae. Sejak itu, Reggae terbukti bisa jadi sekuat Blues dan memiliki kekuatan interprestasi yang juga bisa meminjam dari Rocksteady (dulu) dan bahkan musik Rock (sekarang). Musik Afrika pada dasarnya ada di kehidupan sehari-hari, baik itu di jalan, bus, tempat umum, tempat kerja ato rumah yang jadi semacam semangat saat kondisi sulit dan mampu memberikan kekuatan dan pesan tersendiri. Hasilnya, Reggae musik bukan cuma memberikan relaksasi, tapi juga membawa pesan cinta, damai, kesatuan dan keseimbangan serta mampu mengendurkan ketegangan.
“It’s Influences”
Saat rekaman Jamaika telah tersebar ke seluruh dunia, sulit rasanya menyebutkan berapa banyak genre musik popular sebesar Reggae selama dua dekade. Hits - hits Reggae bahkan kemudian telah dikuasai oleh bintang Rock asli mulai Eric Clapton sampai Stones hingga Clash dan Fugees. Disamping itu, Reggae juga dianggap banyak mempengaruhi pesona tari dunia tersendiri. Budaya ‘Dancehall’ Jamaika yang menonjol plus sound system megawatt, rekaman yang eksklusif, iringan drum dan bass, dan lantunan rap dengan iringannya telah menjadi budaya tari dan tampilan yang luar biasa.Inovasi Reggae lainnya adalah Dub remix yang sudah diasimilasi menjadi musik populer lainnya lebih luas lagi.
Langganan:
Postingan (Atom)